Diskusi Tantangan & Prospek Reminbi Sebagai Alat Tukar Transaksi Perdagangan Internasional

Ekspansi dagang yang dilakukan oleh Cina dan dorongan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah konflik perang dagang, mendesak Cina untuk terus meningkatkan hubungan perdagangannya dengan mitra dagangnya terutama Indonesia. Sebagai salah satu mitra dagang strategis Cina, Indonesia dinilai dapat menjadi partner strategis dalam bidang perdagangan dan investasi. Untuk itu, Cina mengusulkan internasionalisasi penggunaan mata uang lokal Reminbi (RMB) sebagai alat tukar dalam transaksi dagang impor-ekspor. Usulan ini, dianggap sebagai salah satu cara untuk meminimalisir konversi mata uang rupiah terhadap dollar dan meningkatkan volume transaksi RMB dengan Indonesia.
Prospek internasionalisasi dan penggunaan mata uang RMB, ditenggarai akan menjadi tantangan tersendiri bagi Cina dan Indonesia terutama dalam penggunaan RMB sebagai alat tukar yang sah.
Menurut Wakil Sekretaris Umum APINDO, Hendra Widjaja, internasionalisasi RMB oleh Cina akan menjadi solusi bagi liberalisasi perdagangan Cina dan perluasan penggunaan RMB sebagai mata uang global selain dollar A.S. Terdapat tiga hal yang turut disorot oleh APINDO mengenai agenda internasionalisasi RMB diantaranya: i) usaha Cina dalam melakukan internasionalisasi penggunaan RMB dalam konsep local current settlement (LCS) yang telah diusung oleh APINDO, ii) nilai tukar rupiah terhadap RMB yang dinilai relatif stabil ketimbang terhadap USD Amerika Serikat, dan iii) China merupakan partner dagang terbesar Indonesia, dengan valuasi sebesar US$ 72,2 miliar pada 2018.
Dalam hal ini, Indonesia diharapkan mampu mengimplementasikan penggunaan RMB ke dalam kebijakan LCS Indonesia melalui Bank Indonesia (BI). ICBC menerangkan, bahwa terdapat manfaat yang akan didapat oleh pelaku perdagangan internasional kedua negara, diantarannya importir Indonesia dapat memperbaiki dan memperluas hubungan dengan eksportir lainnya di Tiongkok dengan harga murah dan transparan, eksportir dapat mengurangi biaya nilai tukar valas, mitigasi resiko mata uang serta menyederhanakan proses administrasi nilai tukar valas.





Rabu, 28 Agustus 2019 |