Korea Selatan Akui Perkembangan Perusahaan Fintech di Indonesia Miliki Potensi Besar

Financial Technology (Fintech) di Indonesia mengalami perkembangan pesat saat ini. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya fasilitas pembayaran yang mengaplikasikan Fintech, termasuk peer to peer lending. Terlebih dengan adanya ekosistem internet 5G yang dipresentasikan oleh ICBM (IoT, Cloud, Big Data, and Mobile), perkembangan dunia akan semakin mengalami perkembangan  perubahan signifikan.

Menurut Managing Partner International Strategic Partnership Center (ISPC Indonesia), Mira Maulida, Industri fintech di Indonesia memiliki potensi besar saat ini karena bertransformasi dengan munculnya inovasi, produk baru, jaringan, dan model bisnis, termasuk adanya perilaku digital dari pembeli terutama kaum milenial. ISPC Indonesia melihat semakin meningkatnya jumlah fintech saat ini yang berkembang secara global, dimana perusahaan- perusahaan Fintech tersebut telah mendapatkan tempat di pasar domestik dan saat ini memiliki peluang untuk mengembangkan target pasarnya menjadi lebih luas.

"ISPC Indonesia dan APINDO mendukung perkembangan Fintech di Indonesia yang telah beradaptasi terhadap perubahaan saat ini, mengidentifikasi peluang pertumbuhan serta membangun rencana strategis dengan mengenalkan fintech Korea sebagai partner potensial," terang Mira dalam Fintech Business Day 2019 yang digelar oleh Korea Internet & Security Agency (KISA) di Jakarta selama dua hari , Senin - Selasa (25-26/11/2019).

KISA adalah sebuah institusi di bawah Kementerian Informasi dan Teknologi Korea Selatan dan memiliki tugas untuk mendorong iklim usaha kompetitif bagi perusahaan Korea Selatan yang berbasis internet.

KISA menyebut bahwa iklim start-up khususnya sektor jasa peminjaman berbasis teknologi dan sektor jasa peminjaman (fintech peer to peer / P2P lending) di Korea Selatan berbeda dengan Indonesia.

Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempertemukan perusahaan fintech di Indonesia untuk melakukan penjajakan dan kolaborasi dengan perusahaan Fintech Korea. Terdapat setidaknya 10 perusahaan Fintech dari Korea yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan kategori sebagai berikut: Payment gateway, authentication tech (iris recognition), Security Solution (Mobile OTP), E-Coupons (Stamp), Insure Technology, Crowd Funding, Block Chain/AI, Web Payment, Asset Management (B2C/B2B).






Selasa, 26 November 2019 |