Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Kurs Jual Beli
 
Home Berita & Artikel Article Pengembangan Wanita Pengusaha UMKM
Pengembangan Wanita Pengusaha UMKM PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 16 June 2010 11:29

Pada tanggal 12 hingga 16 Oktober 2009 DPN APINDO mengadakan pelatihan bagi UMKM di Provinsi Sumatera Utara. Dengan harapan meningkatkan kreativitas pengusaha UMKM disektor ini untuk mampu merebut peluang pasar yang sesuai dengan disain, mutu, harga, kemasan dan kondisi lainnya sehingga dapat meningkatkan pendapatan UMKM secara riel.



Dibuka oleh Kadisnaker Provinsi Sumatera Utara, dihadiri oleh Asbjorn Rosseth (Director Project Manager NHO ), Kakanwil Jamsostek Prov. Sumatera Utara, Ketua DPP APINDO Sumatera Utara /Anggota DPD RI Perwakilan Sumatera Utara Parlindungan Purba dan Ketua DPN APINDO Nina Tursinah. Keberadaan UMKM  dinilai lebih ampuh dan kokoh dibanding  Usaha Skala Besar, hal ini sangat terlihat jelas saat krisis ekonomi Indonesia melanda ditahun 1997, sektor UKM masih dapat bertahan. Dewasa ini terdapat 2,238 juta UMKM di Sumatera Utara.



Ekonomi kerakyatan yang direpresentasikan oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah mengambil porsi besar dalam hal penyerapan tenaga kerja. Pada tahun 2009, mencapai 97,04 % dari seluruh total angkatan kerja. Juga menyumbang lebih dari separuh dari total PDB sebesar 55,6 % dan merupakan 99,9 % dari jumlah unit usaha dan menempati 20,6 % dari total ekspor secara nasional.



Oleh karenanya, UMKM merupakan prioritas tinggi bagi pengembangan perekonomian nasional. Dengan pertumbuhan diatas 4 %, maka sektor ini merupakan penyokong bagi seluruh perkembangan perekonomian kedepan. Bidang UMKM yang meliputi hampir seluruh sekor bisnis, kecuali industri padat modal dan teknologi tinggi, memberikan kemungkinan luasnya pengembangan bagi bidang-bidang ini kedepan.



Hambatan-hambatan yang harus di hadapi UMKM merupakan persoalan yang harus dipecahkan bersama. Hambatan strategis dan fundamental merupakan bidang garap Negara dan Lembaga Internasional untuk mengatasinya lewat mekanisme regulasi, sedangkan hambatan teknis dapat di pecahkan bersama melalui usaha penguatan yang dilaksanakan secara konkret dan berkesinambungan.

Pelatihan Teknis Sektoral berlangsung selama 5 (lima) hari efektif dan terbagi menjadi 2 (dua) kelas masing-masing terdiri atas  sektor industri yang berbeda. Sektor industri dipilih dan berdasarkan trend produk tahun mendatang (2010) yaitu boga, dan garmen.



Pelatihan teknis sektoral, merupakan usaha peningkatan kompetensi pelaku usaha mikro, kecil pada bidang unggulan masing-masing daerah. Karena keunggulan daerah merupakan keunggulan komparatif terhadap kompetisi bisnis yang semakin ketat. Strategi komparatif ini merupakan strategi dasar pengembangan, mengingat industri mikro kecil menghadapi kendala permanen dalam hal permodalan. Dari pelatihan ini dihasilkan kesepakatan pembiayaan kredit lunak oleh Jamsostek Sumatera Utara kepada binaan APINDO Sumatera Utara.



Follow up pembinaan dan pengembangan peserta pelatihan dilakukan oleh DPP APINDO Sumatera Utara dengan cara : recruitment otomatis sebagai anggota APINDO sektor UKM, fasilitasi kredit, pembinaan teknis, dan pelatihan lanjutan terutama sektor garmen yang merupakan sektor prioritas unggulan Sumatera Utara.

Last Updated on Friday, 18 June 2010 15:27