| Kurs | Jual | Beli |
| Ekspor Bisa Terganggu Pengangguran Eropa |
|
|
|
| Written by www.kompas.com |
| Friday, 03 February 2012 10:38 |
|
JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat pengangguran di Eropa meningkat seiring dengan krisis utang yang berlangsung di kawasan tersebut. Dikhawatirkan, kondisi ini bisa berdampak pada ekspor Indonesia. "Kita baru saja baca berita di Eropa pengangguran di Eropa naik dari 10,3 persen menjadi 10,4 persen. Kemudian, Spanyol bahkan penganggurannya 22,9 persen. Banyak pengangguran pasti akan menurunkan demand (permintaan)," ujar ekonom Tony Prasetiantono, di Jakarta, Kamis (3/2/2012). Tidak hanya kondisi di Eropa saja pengangguran kian bertambah. Tony menyebutkan, maskapai American Airlines akan memberhentikan 13.000 dari 88.000 karyawannya. Padahal, maskapai ini adalah yang terbesar di Amerika Serikat. Pemberhentian karyawan harus dilakukan, kata dia, karena maskapai ini terancam bangkrut sehingga harus melakukan pemangkasan sejumlah hal. Ketika permintaan dari Eropa dan AS turun maka ekspor Indonesia bisa turun. Tetapi, kata dia, surplus perdagangan akan tetap terjaga karena tren impor menurun. "Surplus untuk Indonesia sekarang pasarannya sekitar 20-22 miliar dollar AS setahun. Itu kita masih survive," tambah Tony. Lagipula, sebut Tony, kontribusi neraca perdagangan terhadap total produk domestik bruto hanya sekitar 3 persen. Sumbangan PDB terbesar adalah konsumsi, investasi, dan pengeluaran. "Sehingga menurut saya itu belum membuat saya menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi jadi masih tetap 6 persen. Meskipun agak terganggu sedikit di sektor ekspor. Tapi impor akan juga sedikit melambat sehingga surplus perdagangan masih terjaga," pungkas Tony. Seperti diwartakan, laporan Badan Pusat Statistik pada Rabu (1/2/2012) lalu, menyebutkan, ekspor nasional tercatat 203,62 miliar dollar AS. Angka ini melampaui target pemerintah untuk sektor minyak dan gas dan non-migas sebesar 200 miliar dollar AS. Tahun 2012 ini pemerintah pun memasang target ekspor 230 miliar dollar AS. Sementara total impor 2011 mencapai 177,3 miliar dollar AS. Dengan begitu, neraca perdagangan tetap surplus dengan 26,3 miliar dollar AS selama tahun 2011.
|
| Last Updated on Friday, 03 February 2012 10:42 |

















