





JAKARTA (Bisnis.com): Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dinilai masih membutuhkan figur seperti Jusuf Kalla untuk mendobrak dan menuntaskan berbagai persoalan yang menghambat pertumbuhan ekonomi negeri ini.
Hal itu dikemukakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi dalam peringatan Hari Ulang Tahun Apindo ke-58 hari ini.
"Kita semua masih membutuhkan Jusuf Kalla, termasuk? di pemerintahan sekarang untuk bagaimana mendobrak begitu banyaknya masalah di negeri ini maupun aturan-aturan yang overlapping. Kita butuh
terobosan-terobosan dari beliau," ujarnya.
Menurutnya, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla banyak memberikan pelajaran bisnis berharga baginya selaku pengusaha. Kendati perkenalannya dengan Kalla ketika masih duduk di bangku kuliah kerap diwarnai diskusi sengit dan pertentangan pendapat, Sofjan tetap menaruh hormat atas ketegasan dan keteguhan mantan Wapres RI itu.
Bahkan, lanjutnya, Kalla pernah menggebrak meja ketika menolak usulan Sofjan Wanandi terkait pemberlakuan blanket guarantee. Ujung-ujungnya Sofjan mengaku kalah dan baru belakangan menyadari keputusan Kalla tersebut tepat. "Tidak bisa, bisa rusak negara kita seperti 1997--1998," ujar
Sofjan Wanandi mengulang ucapan Kalla ketika itu.
Sofjan menekankan bahwa pemerintahan saat ini perlu kembali fokus pada urusan perekonomian bangsa dan jangan justru terbuai oleh situasi politik yang memanas. Oleh karenanya, menurut dia, dibutuhkan figur yang kompeten dalam bidang ekonomi dan tidak berbeda pendapat di antara mereka dalam mengelola ekonomi bangsa.
"Lima tahun lalu kita punya JK, sekarang Pak Hatta [Rajasa, Menko Perekonomian] saya harap bisa jadi beliau. Kita punya Presiden, kita tahu dia baik, tapi dia tidak tahu banyak [tentang] ekonomi," candanya.(er)