Kliping

Sulawesi Selatan Bidik Satu Juta Pengusaha Mikro di 2013
20 Nov 2009

TEMPO Interaktif, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencanangkan 2010 – 2013 sebagai tahun percepatan program satu juta pengusaha baru di sektor mikro dan menengah, yang akan dikoordinir Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.


Program satu juta pengusaha itu akan ditangani Lembaga Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang bekerjasama dengan Bank Indonesia Cabang Makassar.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menegaskan penciptaan satu juta pengusaha hingga 2013 sudah harus digerakkan secepat mungkin.

Gerakkan sejuta pengusaha itu, untuk meningkatkan jumlah pelaku usaha di daerah ini menjadi dua persen dari total penduduk 7,2 juta jiwa setiap tahun.

“Semua harus berjalan sesuai prosedur yang telah kami canangkan. Semua pihak harus terlibat mulai dari pemerintah, pengusaha, dan asosiasi pengusaha,” jelas Syahrul usai membuka Smart Anging Mammiri 2009 di Celebes Convention Center di Jalan Metro Tanjung Bunga, Rabu (18/11), kemarin.

Pameran yang berlangsung diikuti 143 peserta dari 13 provinsi yang memamerkan hasil karya lokal Indonesia. Syahrul menjelaskan gerakkan sejuta pengusaha itu, mulai dari perseroan hingga perorangan.

Program yang akan dimulai 2010 itu, akan mendapat fasilitas permodalan dari perbankan. Sementara lembaga akan bertindak sebagai pendamping yang akan memberikan pelatihan dan pembinaan pada calon pelaku usaha.

Jika dapat berjalan sesuai prosedur maka di 2013 Sulawesi Selatan akan menjadi daerah yang paling maju di kawasan timur Indonesia. Serta menjadi kawasan transito, pusat pameran, seminar, perdagangan lokal dan ekspor, termasuk pusat pelabuhan internasional yang dapat melakukan pelayaran langsung ke negara tujuan.

Berkoordinasi dengan UMKM dan Bank Indonesia

Pelaksanaan program sejuta pengusaha tersebut, berada dalam kontrol dan kordinasi dari pihak Dinas Koperasi dan UKM yang akan bertindak sebagai motor penggerak provinsi dan di 24 kabupaten.

Dari Data Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Selatan, pertumbuhan pengusaha UMKM di Sulawesi Selatan masih sangat rendah hanya 0,18 persen dari total jumlah penduduk. Jumlah pengusaha di daerah penghasil kakao itu, masih di dominasi pengusaha besar.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan, Nico Biringkanae menerangkan, jumlah pengusaha kecil dan menengah, termasuk koperasi sudah mencapai 800 pelaku. Namun pelaku usaha yang ada tersebut, merupakan pengusaha menengah dengan bidang usaha bermacam-macam.

Sementara program sejuta pengusaha tersebut, beber dia, khusus mencari masyarakat yang akan menggeluti UMKM dan belum memiliki usaha lain. Hal itu dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan menghindari monopoli usaha.

Nico menambahkan keberhasilan sejuta pengusaha itu, hanya bisa dilaksanakan jika didukung dengna kemudahan regulasi dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Kepala Humas Kantor Bank Indonesia Cabang Makassar, Abdul Malik menjelaskan, telah bekerjasama dengan pemerintah provinsi untuk menyediakan modal kerja. Bank Indonesia telah berkomitmen menggelontorkan modal kerja sebesar Rp300 juta, di mana tiap tahun akan diberikan Rp100 juta.

“Modal kerja dari Bank Indonesia akan kami disalurkan melalui LPUMKM. Kami berharap ada lembaga keuangan yang ikut bermain,” sambung dia.



Selanjutnya | Sebelumnya

Polling

Setujukah anda SKB Menteri tentang Pengoptimalan Beban Listrik Melalui Pengalihan Waktu Kerja Pada Sektor Industri di Jawa - Bali ?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Site APINDONET

Pelayanan APINDO kepada anggota dan masyarakat melalui penyediaan informasi terkini, seperti Upah Minimum Provinsi / Kota / Kabupaten, Peraturan Perusahaan / Perjanjian Kerja Bersama, Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Produktivitas, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3), Clean Production,...
www.ApindoNet.or.id